Penyertaan Tuhan

Panik dan Gelisah skarang jadi penyakit yang paling gampang nyerang seseorang. Dengan perkembangan jaman dimana semua serba cepat, manusia jadi terdorong untuk ingin semuanya juga serba cepat. Bukan saja dalam masalah kecepatan internet, tapi juga dengan bagaimana menyelesaikan pergumulan hidup dari hari ke hari. Ketika yang terjadi tidak seiring dengan ekspektasi, disitulah panik dan gelisah mengambil tempat empuk untuk mengintimidasi manusia. Yang harusnya tenang malah kepikiran yang tidak-tidak. “bagaimana juga.. ya apa kalau.. jangan-jangan..” bakal bergelantungan memenuhi pikiran kita.

Kita harus mengakui bahwa kita sebagai manusia terbatas. Bahkan dalam kisah-kisah mitologi yunani tentang manusia setengah dewa pun terbatas. Tidak semua hal bisa kita kendalikan. Panik, gelisah, tidak akan menyelesaikan apa yang sedang kita pikirkan. Satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah melakukan apa yang menjadi bagian kita dan berserah kepada Tuhan. Bila Tuhan menyertaimu di masa yang telah berlalu, masakan dia tidak menyertaimu di masa sekarang? Bila Tuhan menyertaimu di masa yang telah berlalu, masakan kamu ragu akan penyertaanNya di masa yang sekarang?
Kita lho, kadang mau jadi Tuhan melebihi Tuhan itu sendiri sampai kita lupa ada yang merupakan bagiannya kita dan ada yang merupakan bagiannya Tuhan. Hidup kita pun secara detail sudah ditulis olehNya.
Ketika saya mulai gelisah dan panik, salah satu hal yang selalu saya lakukan adalah mengingat kebaikan dan penyertaan Tuhan di masa-masa yang telah berlalu. Hal ini membuat saya selalu punya kekuatan tambahan untuk selalu ingat bahwa Tuhan yang sama yang telah membantuku melalui berbagai rintangan di masa yang lalu adalah Tuhan yang sama yang masih memegang tanganku hingga masa kini untuk menghadapi berbagai rintangan yang ada di depan. Coba deh cara ini. Ingat, kekhawatiranmu ga bakal buat rintangan itu hilang. Malah bisa buat rintangan itu terlihat lebih besar dari dirimu sendiri. Ujung-ujungnya kamu yang rugi lho, karna terlalu melebih-lebihkan suatu keadaan. Yuk, kerjakan apa yang menjadi bagianmu dan slalu bersyukur. Badai tidak ada yang abadi, semua juga pasti berlalu.

