quote quotes

Doa

“ketika jarak, tembok, kata dan waktu memisahkan, hanya doa yang bisa menyatukan perbedaan dimensi”

Merantau jauh dari rumah mengharuskan saya memiliki satu kemampuan untuk bisa mengelola emosi dan masalah yang saya hadapi secara pribadi di tanah rantau. Hidup selamanya tidak ada yang mulus. Entah itu tentang tesis, relasi, rencana masa depan, dan masih banyak hal. Ada beberapa hal yang biasanya saya gunakan bila harus menghadapi berbagai tekanan dalam studi, ekspektasi ataupun dalam pergaulan. Salah satunya adalah dengan doa.

Guys, am not trying to be show off or being religious people in here. Saya hanya membagikan apa yang saya alami dan berharap tulisan ini bisa jadi salah satu sumber bagi siapa saja yang mungkin sedang menghadapi tekanan, depresi atau stress. Kita tidak pernah tahu kan? Atau mungkin kamu yang akan diproses oleh kehidupan setelah membaca tulisan ini. Who knows?

Doa bagi saya seperti sebuah diskusi antara dua orang. Antara saya dan Tuhan. Doa tidak hanya ngomong tentang aku ingin ini itu, tolong berkati si anu si itu, tolong sertai aku ke sini, aku pengen ini dan itu. Doa bisa lebih dari hal-hal sepele di atas. Doa bisa menjadi tempat dimana kita ngomong dengan sahabat kita tentang berbagai hal yang mengganggu pikiran kita atau situasi yang begitu menekan. Banyak hal yang bisa saya bagikan dalam dalam. Dari keinginan, mimpi, masalah pribadi yang hanya Tuhan dan saya yang tahu, sampai hal-hal kecil seperti rencana perjalanan sepanjang sehari. Serunya dari doa adalah kita bisa melakukannya dimana saja. Kalau saya, paling suka banget doa ketika semua orang dalam rumah sudah tidur pulas dan tidak ada lagi aktivitas. Sehingga bisa dengan leluasa berdoa. Saya ingat ada waktu-waktu doa saya yang hanya dipenuhi air mata dalam kegelapan. Doa, bukanlah jimat yang langsung tiba-tiba menghilangkan depresimu atau masalahmu. Tapi doa pertama-tama merubahmu menjadi orang yang lebih tenang menghadapi sebuah keadaan. Pola pikir, sudut pandangmu akan berubah.

Mau rindu, marah, sedih, kecewa, datang pertama sama Tuhan dalam doa. Kalo mau nyari manusia, mesti mengecewakan. You know, coba deh cari. Ada nggak orang di sekelilingmu yang 24 jam siap siaga buat kamu? Bahkan kedua orang tuamu pun butuh istirahat, orang-orang di sekitarmu bahkan punya kehidupan yang harus mereka kerjakan. Bahkan sahabat terbaikmu pun tidak bisa ada di sampingmu 24 jam. Get my point?

Sesungguhnya belajar berdoa adalah belajar mandiri untuk mengelola hidupmu. Mengelola emosi dan perasaan sehingga bukan kamu yang tenggelam oleh problematika kehidupan. Tapi kamu yang bakal jadi pemenang atas hidupmu.

Facebook Comments Box

Leave a Reply