Kerendahan Hati
Papa saya slalu menasihati saya: “Jen, ingat ee.. Kalo besok Tuhan kas ko banyak perkara penting dalam ko hidup, ko tra bole tinggi hati (Jeni, ingat yah.. Bila besok Tuhan memberikan kamu banyak perkara penting dalam hidupmu, kamu tidak boleh tinggi hati)”. Pesan ini beliau sering skali sampaikan. Entah waktu kami sedang duduk menikmati secangkir teh di sore hari ditemani beberapa potongan pisang goreng panas, atau ketika makan malam bersama di meja makan ketika nasi panas mengepul bersama semangkok ikan kuah kuning yang aromanya terhambur di tiap ruangan. Awalnya saya hanya menjawab “ya ya ya.. iya pa, sapa juga yang mau jadi orang sombong” atau kalau lagi capek, kadang saya hanya menjawab “ya papa” sambil senyum tipis dan pergi dari ruangan tersebut.

Nasehat papa saya memang seperti nasehat pada umumnya. Terlihat biasa saja. Tapi ternyata hal itu yang banyak saya temukan dalam lingkungan pergaulan masa kini yang saya temui. Benar banget kata pepatah bahwa di atas langit masih ada langit. Artinya bahwa walau kamu yang paling pintar, paling cantik, paling kaya, paling apapun itu pasti akan ada orang lain yang masih lebih “paling” diatasmu. Jadi, apa dasarnya diri kita untuk meninggikan diri diatas kehidupan orang lain.
Saya percaya bahwa manusia diberikan lebih banyak dalam segala hal bukan untuk merendahkan orang lain. Bila Tuhan memberikanmu pendidikan yang lebih tinggi, harta yang lebih banyak, itu semua bukan untuk merendahkan orang lain. Kita, manusia, adalah makhluk sosial. Manusia yang diciptakan untuk bisa hidup bersama orang lain. Artinya kita pun harus peduli dengan orang lain bukan makin memurukkan orang lain dengan apa yang kita miliki.

Di iman kristen yang saya pelajari, pada awal dunia diciptakan, manusia diciptakan dari debu dan tanah. Dibentuk menurut gambar dan rupa Allah. Dihembuskan nafas kehidupan didalamnya. Kamu, saya, kita semua ada hanya karena belas kasihan Tuhan. Apakah kita layak untuk meninggikan diri?
Milikilah kerendahan hati untuk selalu memiliki tangan yang mau diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Milikilah kaki yang rela berjalan lebih jauh dengan mereka yang mmembutuhkan teman. Bila banyak orang memahami siapa dirinya, saya percaya tidak akan ada dengki dan iri hati karena kehidupan seseorang dan orang lain.
Ingat selalu bahwa semua yang diberikan lebih bukan untuk mengurangi atau merendahkan orang lain. Hidup penuh kerendahan hati akan slalu membuatmu diterima dan dikasihi oleh siapapun yang kamu temui. Hidup dalam kesombongan? Siap-siap deh bakal dihajar dengan kehidupan.

