Mood

November 8, 2017 jenikaray 0 Comments

Beberapa hari yang lalu saya mengalami beberapa kejadian secara bersamaan. Radang tenggorokan parah sampai demam. Disaat yang sama saya punya jadwal kursus mobil dan setelah itu harus segera ke luar kota untuk mengambil titipan dari keluarga dekat yang akan saya bawa ke jayapura dalam waktu dekat. Awal pagi itu tidak begitu ngefek. Setelah doa dan makan pagi saya memutuskan untuk mengkonsumsi obat dan beristirahat dengan harapan waktu bangun bakal lebih bugar untuk melanjutkan kegiatan.

Setelah jam alarm berbunyi, saya segera bangun. Tapi bener-bener tidak enak badan. Leher sudah tidak nyaman, kepala mulai cenat-cenut, dan mood rasanya bener-bener tidak ada dorongan untuk keluar rumah hari itu. Ditambah lagi ternyata cuaca diluar lagi mendung-mendung ademnya. Lengkap deh. Saat itu saya punya kesempatan besar (serta alasan tentunya) untuk membatalkan setiap kegiatan dan janji pada hari itu. Setelah menimbang-nimbang, akhirnya saya memaksakan hari itu untuk tidak mengikuti mood saya tapi mengikuti jadwal kegiatan saya seperti biasa.

Ketika setelah mengikuti kursus, pergi keluar kota sesuai janji yang saya buat, dan hari itu berakhir, ada rasa puas dalam diri saya. Bahwa saya bisa mengalahkan keinginan diri saya sendiri. Hari itu juga sakit saya berkurang, semua hal yang harus saya lakukan selesai tanpa kekurangan apapun. Bayangkan kalau saat itu mengikuti keinginan diri saya. Pasti saya masih ada di kamar, minum obat, tidur, tapi tidak ada progress yang saya kerjakan hari itu. Bukannya membuat saya baikan, malah membuat jadwal saya harus terundur sehari dan bakal ngefek ke kegiatan-kegiatan lainnya.

Dari pengalaman saya ini, ada esensi yang ingin saya bagikan bahwa tidak selamanya kita harus mengandalkan mood untuk berkarya. Kadang kamu harus tetap berkarya, tetap bekerja, tetap melakukan semua kegiatanmu dan biarkan mood itu pun akan berganti dengan sendirinya.

Ada beberapa tips yang bisa saya bagikan bagi teman-teman yang masih bekerja atau beraktivitas berdasarkan mood:

  1. Putuskan untuk tidak mengikuti moodmu hari itu. Kebanyakan mood bawaannya buat kita marah, sebel, lesu, tidak ada gairah. Ambilah keputusan untuk tidak mengikutinya. Ambilah keputusan untuk tetap mengerjakan apa yang seharusnya dikerjakan. Bakal beda deh rasanya ketika kamu lihat ke belakang.
  2. Jangan muter lagu-lagu galau buat senangin dirimu. Jangan “beri makan” moodmu untuk buat dia semakin menjadi-jadi. Sebaliknya, putarlah lagu yang menginspirasimu secara lirik atau memiliki beat yang ceria. Ini bagus banget untuk mendorongmu menjadi ceria kembali.
  3. Berhentiin diri untuk kepoin mantan, kepoin gebetan atau konsumsi sosial media secara berlebihan. Bagus kalau updatenya mereka bagus dan memitovasi. Kalau pas updateannya mereka punya gembetan baru gimana? Apa tidak buat kamu makin merasa mendadak dangdut? Haha
  4. Konsumsi minuman manis yang kamu suka. Ini bisa membantu untuk meningkatkan energimu. Tapi ingat, bukan soda dan manis yang berlebihan yah. Bila mood saya lagi tidak begitu bagus, saya memilih kopi atau coklat panas. Untuk membuat saya tenang dan melanjutkan aktivitas. Masing-masing kita pasti deh punya minuman kesukaan yang bisa membantu kita bangkit untuk fokus. Punyamu apa? Yuk coba.

Akhirnya, mood itu bukan untuk diikuti apalagi dijadikan patokan untuk kamu menjalani hari-harimu. Jangan biarkan moodmu yang mengendalikan pencapaian dalam hari-hari hidupmu.

Facebook Comments

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *