Awal Jeni Karay terjun sebagai influencer berawal dari keprihatinannya bahwa setelah berjalannya waktu, banyak yang viral di area timur indonesia (papua) berhubungan dengan hal-hal yang kurang begitu berfaedah. Selain itu juga kebanyakan yang dilirik oleh banyak anak muda adalah mereka yang menyandang duta, putri, miss, atau harus seseorang yang benar-benar terkenal.
Melihat hal tersebut, timbulah ide untuk mulai menggunakan media sosial untuk menyalurkan hobbynya. “Kalau cantik, saya tidak masuk standar lah. Body? Apalagi! Juara pertama dari belakang pasti. Tapi kalau ngomong tentang otak, saya berani maju” kata Jeni Karay.
Bagi Jeni Karay, media sosial membuka banyak sekali pintu kesempatan dan koneksi untuk bisa terhubung dan memberikan pengaruh kepada masyarakat luas. Melalui media sosial, Ia dapat mengenal banyak orang dari berbagai kalangan yang juga mendukung pengaruhnya memberikan dampak positif untuk tanah Papua.
Dampak negatif tentunya ada. Dari begitu rentannya pelecehan seksual secara daring yang diterimanya karena karena pihak yang usil.