journal poetry

Cenderawasih

Cenderawasih ini tak berdaya
Terpaku, terpuruk, tanpa sahabat
Air matalah makanannya
Matahari sebagai musuhnya
Malam menjadi sahabatnya

Terseok-seok melangkah
Takdir memalukan dirinya
Kekayaannya habis terkuras
Keserakahan menggerogoti jiwa pemimpinnya
Kekerasan demi kekerasan menjadi kutu di kulitnya

Cenderawasih ini tak berdaya
Langit biru menjadi musuhnya
Tanah yang kelam menjadi sahabatnya
Teriakan jiwanya hampa termakan kecongkakan manusia
Dia sekarat

Cenderawasih,
Tragis hidupmu
Kebanggaan di jaman purba
Kekayaan yang terkutuk di masa kini
Cenderawasih yang tak berdaya

Facebook Comments Box

Leave a Reply