Antara Masa Depan dan Masa Lalu
Postingan ini terinspirasi dari beberapa sahabat yang saya temui sepanjang minggu ini yang masih bergumul untuk melepaskan berbagai hal yang masih mereka pegang tentang masa lalu. Memang tidak gampang untuk melepas masa lalu. Tapi, pilihannya selalu ada di tanganmu. Pilihannya selalu ada di tanganmu.
Masa depan itu adanya di depan. Masa lalu itu adanya di masa yang lampau. Jangan membuat masa lalu menghambatmu untuk maju ke depan. Kenapa harus terus melihat ke belakang ketika perjalanan hidupmu terus maju ke depan? Ibaratnya seperti kita sedang naik mobil. Coba bayangkan selama 60 menit mobil berjalan, kamu terus melihat ke belakang. Pertama, lehermu bakal keseleo hebat! Kedua, kamu jadi tidak bisa menikmati pemandangan indah selama perjalanan. Gak seru kan kalau kamu dalam perjalanan ke suatu destinasi tapi tidak bisa menikmati perjalanannya. Ngapain coba capek-capek menembuh ratusan kilometer kalau tidak bisa menikmati perjalanannya? Ketiga, bila kamu yang jadi supirnya, mobilmu bakal ngalamin kecelakaan karna supirnya liat ke belakang.

Sama halnya dengan kehidupan. Pertama, masa depan yang terus-menerus diratapi tidak akan memberikan hal yang baik untuk dirimu. “seandainya waktu dapat diputar kembali..” tidak bisa dipakai. Kejadian yang sudah terjadi di belakang tidak akan bisa kamu perbaiki apalagi rubah. All you can do adalah belajar, ngambil hikmahnya, terus maju ke depan. Kedua, Meratapi masa lalu membuatmu tidak dapat menikmati masa depan. Gimana mau nikmati? Fokus aja kagak. Ketiga, akan sangat berbahaya bila kamu masih melihat ke masa lalu tapi ngotot ke masa depan. Jadi gimana, masih mau terus menerus mau berduka dengan masa lalumu? Putuskan dengan bijak.

