Dimulai Dari Keluarga

June 4, 2019 jenikaray 0 Comments

Semuanya berasal dari rumah. Entah kepahitan maupun kemanisan (emangnya gulali). Keluarga adalah settingan awal komunitas yang kita masuki. Waktu kita dilahirkan, keluarga adalah interaksi pertama kita dengan dunia. Entah tata krama maupun karakter yang nantinya bakal membentuk diri kita. Hobby atau ketertarikan kita juga dibentuk ketika berada di dalam keluarga.

Dengan bertambahnya usia dan fokus yang semakin terbagi-bagi kadang kita lupa dengan keluarga kita sendiri. Kita makin jarang untuk berkumpul menyapa (apalagi kalau sudah beda-beda daerah), ataupun berkomunikasi beberapa menit.

Keluarga juga selain tempat pertama kali kita dibentuk, juga adalah pelayanan awal yang bisa dipelajari dan melatih kemampuan kita. Hal-hal sederhana seperti mendoakan orang tua, bantu ngambil sesuatu buat mama, bantu papa untuk perbaiki atap genteng yang bocor, cuci piring, sapu rumah, ngepel, adalah bentuk-bentuk sederhana dari pelayanan itu sendiri. Contoh-contoh diatas yang saya tuliskan juga adalah kegiatan sehari-hari yang saya lakukan sebagai anak.

Kelihatannya sepele. Tapi hal-hal itu membentuk saya menjadi pribadi jeni karay yang sekarang. Mandiri, tidak suka menyusahkan orang lain dan tidak anti dengan kegiatan domestik rumah tangga. Padahal Cuma ngerjain hal-hal sederhana yang saya tuliskan di atas.

Di tengah jaman yang makin online acapkali prioritas kita juga jadi bergeser. Orang lebih memilih melihat keluar daripada melihat ke dalam keluarga. Berusaha sekeras-kerasnya untuk apa yang ada di luar dan makin kurang memperhatikan keluarganya. Alhasil, banyak keluarga yang tidak dapat bertahan. Contohnya di Amerika, tingkat perceraian naik sampai dengan 40% selama 10 tahun belakangan ini. Banyak orang yang akhirnya mengorbankan keluarganya untuk mendapatkan jabatan setinggi-tingginya. Padahal logikanya yah: jabatan bakal bertahan berapa lama sih dibandingkan dengan keluarga?

Justru bagi saya harta paling berharga adalah keluarga. Karena keluarga akan selalu menjadi support system yang akan mendukungmu mencapai impian-impianmu. Plus, bila terjadi apa-apa (in case sampai meregang nyawa yah) orang pertama yang bakal dikabari adalah keluargamu. Bukan orang kantor, bukan teman-teman ataupun pacarmu.

Ketika rumah menciptakan lingkungan yang baik untuk tumbuh kembang seorang anak, maka anak itu akan memiliki kepercayaan diri yang cukup, karakter serta pembawaan yang baik ketika mulai berinteraksi dengan lingkungan masyarakatnya. Tapi ketika ada sesuatu yang salah di keluarga hingga menimbulkan luka hati, maka anak tersebut juga cenderung akan memiliki pembawaan yang bermasalah ketika berinteraksi dengan masyarakat di sekelilingnya.

Coba deh bila waktu-waktumu sekarang tidak begitu banyak berkumpul dengan keluarga, setidaknya ada komunikasi jarak jauh (jaman kita sudah modern lho). Bila telah masuk masa liburan, bagilah waktumu untuk bercengkrama dengan keluargamu. Percayalah kawan, mereka juga punya expired date dalam kehidupan kita. Jangan pernah lupa setelah melihat jauh ke depan dalam pengejaran mimpimu kembali lah melihat siapa yang selama ini telah menopangmu berjalan sejauh ini, yaitu keluargamu.

Facebook Comments

Leave a Reply:

Your email address will not be published. Required fields are marked *