quote quotes

Selamat Ulang Tahun, Jeni!

Tepat jam dua siang di hari ini pada tahun 1989 saya dilahirkan dengan selamat Rumah Sakit Umum kota Manokwari. Tidak terasa 29 tahun telah dilewati untuk menjadi manusia. Bukan hanya manusia, tapi manusia yang hidupnya penuh makna. Setelah direnungkan kembali, banyak hal sebenarnya yang bisa membuat saya gampang saya “hilang” dari kehidupan ini. Tapi tiap kejadian dan keputusan yang diambil adalah salah satu faktor kenapa saya masih bisa ada, bukan hanya bertahan namun pembelajar yang terus mengelola hidupnya menuju hidup yang berdampak. Ada beberapa sudut pandang saya di usia yang bertambah ini tentang beberapa hal dibawah ini:

Tapi tiap kejadian dan keputusan yang diambil adalah salah satu faktor kenapa saya masih bisa ada, bukan hanya bertahan namun pembelajar yang terus mengelola hidupnya menuju hidup yang berdampak.

 

Berdampak

Seperti Yesus yang memulai dari 5 roti dan 2 ikan

Hidup yang berdampak bagi saya tidak muluk-muluk. Dimulai dari potensi diri sendiri. Bukan tentang apa yang tidak ada, tapi mulailah dengan yang ada. Seperti Yesus yang memulai dari 5 roti dan 2 ikan. Dua hal yang paling saya suka saat ini sih foto dan nulis. Belum yang hebat-hebat amat, hanya dimulai dengan keinginan untuk membagikan semangat positif yang bisa menjadi berkat bagi siapa saja yang membaca atau melihatnya. Semakin muda kamu memulai, semakin gampang kamu akan mengelolanya dari hari ke hari.

 

Usia

Ibarat penyelam, mereka dibatasi dengan tabung oksigen yang membuat mereka hanya bisa menyelam beberapa saat sebelum harus naik ke permukaan.

Usia menurut saya merupakan anugerah yang diwejawantahkan dalam deretan hari dan jam bagi seseorang. Masing-masing kita sudah ditentukan batasannya masing-masing. Ibarat penyelam, mereka dibatasi dengan tabung oksigen yang membuat mereka hanya bisa menyelam beberapa saat sebelum harus naik ke permukaan. Selama waktu itulah mereka harus efektif menyelam untuk melakukan aktivitas mereka di dasar laut. Sama juga dengan manusia. Setinggi-tingginya dan penuh ambisi, harus ada hal yang paling penting diatas semua ambisinya untuk dikejar sebelum “tabung oksigennya” habis.

 

Lingkaran Inti

Tapi se-terkenalnya kamu, kita semua pasti punya lingkaran inti.

Dikenali banyak orang itu perlu. Tapi se-terkenalnya kamu, kita semua pasti punya lingkaran inti. Di tulisan-tulisan saya sebelumnya, saya menyebutnya support system. Sekumpulan orang terdekat yang bisa mem-back up kamu ketika lelah, jenuh, sedih melanda. Semakin bertambah usia, lingkaran inti saya semakin mengecil. Tidak lebih dari 10 orang bahkan yang saya kategorikan sebagai orang-orang yang saya percayai untuk berbagi cerita, keluh kesah bahkan pergumulan hidup.

 

 

Cinta

Cinta yang berkualitas bakal datang kepada mereka yang selalu meningkatkan kualitas dirinya.

Tentang cinta bagi saya sederhana.  Jangan terlalu ngoyo. Bila belum waktuNya, kamu ga bakal ketemu yang tepat. Daripada jadi “piala bergilir” mendingan fokus untuk karirmu, studi (kalau mau lanjut S2 atau S3), dalami bakat dan minatmu. Cinta yang berkualitas bakal datang kepada mereka yang selalu meningkatkan kualitas dirinya. Cinta di usia skarang lebih stabil sih, tidak ada banyak “drama” seperti dulu.

 

Itulah berbagai perspektif saya hasil reflesi diri di usia yang baru ini. Bakal banyak hal-hal seru yang bakal terjadi tahun ini dan saya sangat antusias untuk melewatinya. Bila disimpulkan dalam satu kata untuk tulisan hari ini: stabil.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *