Dia Tetap Ibumu
Tidak semua dari kita memiliki sosok ibu yang sempurna. Bahkan, mungkin sosok Ibu di hidupmu adalah sosok yang kamu benci karna tindak tanduknya yang menyakitimu sangat dalam hingga di relung hati. Beberapa teman-teman dalam pergaulanku punya beberapa pengalaman buruk dengan sosok Ibu kandung mereka. Bahkan beberapa orang memutuskan untuk merantau jauh dari rumah karena pengalaman traumatis dengan ibu mereka.
Ibu saya juga sering jengekelin kok. Too much ngomong, too much khawatir, too much-nya banyak deh. Kadang faktor too muchnya itu bikin telinga saya panas, malas nelfon beliau, kadang juga saking marahnya saya sama Ibu, saya memilih untuk ngambil pekerjaan yang membuat saya harus berangkat jauh dari rumah. Namun ketika jauh dari rumah, faktor too much-nya itu membuat saya rindu. Nasehatnya yang terlalu banyak, omelannya yang begitu banyak. Kadang kalau saya cerna perkataan-perkataan beliau, nasehatnya sebenarnya untuk kebaikan saya juga meskipun disampaikannya dengan suara dan nada yang tidak tepat.
Sejahat-jahatnya Ibumu, dia adalah perempuan pertama yang menyentuh kehidupanmu. Hidupnya juga tidak selamanya akan berada di sampingmu. Sayangilah dia selagi masih ada waktu. Karena walaupun sebenci apapun kamu akan dia, kamu akan merasa kehilangan. Mari berdamai sebelum tahun ini berakhir. Kamupun tidak harus menjadi individu yang “sakit” karna pernah disakiti oleh Ibumu. Bila kelak kamu akan menjadi Ibu atau Ayah, jadilah orang tua yang lebih baik dari kedua orang tuamu.


