Masa lalu yang menyakitkan memang menghadirkan luka. Tapi, dibandingkan dengan diri ini yang hadir di sini-kini, masa lalu bukanlah sesuatu yang besar, dan tidak perlu dibesar-besarkan lagi. Toh selalu tidak ada kabar baru dari masa lalu.

masa lalu

Dengan menyadari bahwa apa pun yang terjadi di masa lalu sudah berlalu, sudah berakhir, maka deritanya pun sebaiknya sudah berakhir. Tak perlu lagi dibawa-bawa sampai sekarang, di sini-kini.

Kesadaran seperti ini mempunyai daya untuk mengubah keadaan. Dari keadaan terhimpit, terjerat, dikepung oleh penyesalan masa lalu, menjadi keadaan penuh kehangatan, yang mampu melelehkan jeruji penjara masa lalu, hingga menemukan jalan untuk keluar darinya.

Tatkala menyadari penuh bahwa masa lalu sudah berlalu, begitu pun rasa sakitnya sudah berakhir, maka muncul pemahaman … diri ini lebih tangguh dari segala pengalaman menyakitkan di masa lalu. Masa lalu yang menyakitkan sejatinya hanyalah sebuah cerita usang.

Dengan kesadaran seperti itu, saya perlahan lebih akrab dengan diri sendiri. Melihat bahwa bukan hanya diri saya sendiri yang mengalami masa lalu itu, tapi orang lain pun mengalami masa lalu serupa, bahkan mungkin lebih menderita. Saya merasa punya teman, ada yang menemani. Tidak sendirian. Ini menjadi bekal indah untuk berteman dengan diri saya sendiri. Penjara masa lalu, beserta kenangan pahit yang menyakitkan, menjadi tak penting lagi.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *