Surat untuk Diriku yang Dulu: Ternyata Semua Tak Seseram Itu
Pernahkah kamu terbangun di tengah malam, menatap langit-langit kamar, dan bertanya: “Apakah aku akan baik-baik saja di masa depan nanti?”
Dulu, aku adalah orang yang sering terjatuh dalam jurang kecemasan. Aku meragukan langkahku sendiri, mempertanyakan apakah mimpi-mimpi yang terlihat mustahil itu bisa benar-benar terwujud. Rasanya, masa depan hanyalah kumpulan kabut tebal yang menakutkan.
Keajaiban yang Tak Terduga Namun, saat aku berdiri di titik ini hari ini, aku menyadari sesuatu yang luar biasa. Semesta ternyata punya caranya sendiri untuk menjawab setiap kekhawatiran itu. Hal-hal yang dulu aku tangisi, kini menjelma menjadi kenyataan yang bahkan melampaui ekspektasi terbaikku.
Ternyata, ketakutan-ketakutan hebat yang dulu menghantui tidurku tak pernah benar-benar terjadi. Justru, keberanian untuk tetap berjalan di tengah ketakutan itulah yang membawaku sampai ke sini.
Pesan untuk Diriku yang Muda Jika mesin waktu itu nyata dan aku bisa memeluk diriku yang lebih muda, aku tidak akan memberikan tips sukses atau strategi hidup yang rumit. Aku hanya akan membisikkan satu hal padanya:
“Tenanglah, Sayang. Jangan habiskan waktumu hanya untuk merasa takut.”
Aku ingin dia tahu bahwa hidup bukanlah tentang mengontrol segalanya, melainkan tentang apa yang kita tanam di sepanjang jalan. Cukup teruslah menabur benih kebaikan dengan tulus—sekecil apa pun itu.
Kebaikan Takkan Pernah Salah Alamat Percayalah, setiap kebaikan yang kamu siram dengan ketulusan tidak akan pernah sia-sia. Ia sedang mengakar, tumbuh diam-diam, dan pada saat yang tepat, ia akan kembali padamu dalam berbagai bentuk. Ia akan mekar menjadi kebahagiaan yang jauh lebih indah dan lebih wangi dari apa pun yang pernah kamu bayangkan.
Jadi, untuk kamu yang saat ini sedang merasa cemas akan hari esok: bernapaslah. Teruslah berbuat baik, karena masa depanmu jauh lebih cerah dari yang kamu takutkan saat ini.
Sekarang, giliranmu bercerita. Jika kamu punya kesempatan untuk bertemu dengan dirimu sendiri di masa lalu, apa satu hal yang ingin kamu bisikkan padanya agar dia tidak merasa takut lagi? Tuliskan pesan singkatmu di kolom komentar di bawah, ya. Mari kita saling menguatkan bahwa semua akan baik-baik saja.
- 27 Januari: Tentang Pertumbuhan, Suara, dan Hati yang Memilih

- Jeni Karay: Menabur Ilmu di Ujung Papua Barat Daya, Dedikasi Tanpa Batas Sang Edukator

- Surat untuk Diriku yang Dulu: Ternyata Semua Tak Seseram Itu

- Akhirnya Mendarat di Jayapura! Hotway’s Chicken: Spot Baru Buat Kamu yang Hobi Pedas dan Keju

- Tugas II Kepemimpinan & Ketrampilan Interpersonal – Membedah DNA Pemimpin dan Komunikator Andal di Dunia Teknologi



2 Comments
Nada Symphony
January 10, 2026 at 1:01 amBenar-benar keren tulisan ini. Sangat terinspirasi dan semoga saya memiliki tiap waktu tuk mampir di sini. Hormat diberi…
jenikaray
January 22, 2026 at 3:57 amWaah terima kasih kakak sudah bersedia mampir, sukses selalu