Sebagai manusia, kita memiliki kecenderungan untuk lebih suka memprediksikan sesuatu yang akan terjadi di masa depan sebagai suatu langkah untuk bisa mengambil ancang-ancang atau persiapan untuk menghadapinya. Makanya ketika musim piala dunia dimulai, orang begitu tertarik untuk mendengar prediksi dari para pemerhati sepak bola tentang tim jagoan mereka dan bagaimana kesempatan mereka untuk bisa memenangkan piala dunia. Begitu juga dengan perkiraan cuaca. Kita pasti akan memperhatikan perkiraan cuaca bila ada aktivitas keluar rumah atau merencanakan liburan di daerah pantai atau kepulauan. Kembali lagi. Tujuannya untuk bersiap-siap.

Sayangnya tidak semua hal dalam kehidupan ini bisa diprediksikan. Kepergian orang terkasih yang mendadak meninggalkan seluruh keluarga, usaha yang tiba-tiba bangkrut karena kebakaran, pasar saham yang anjlok, gejolak politik dan lain sebagainya. Ada kalanya segala hal yang belum terprediksi itu memberikan rasa kegelisahan dalam diri kita. Entah seberapa besar kegelisahan tersebut. Lalu kegelisahan tersebut mulai terwejawantahkan menjadi pertanyaan-pertanyaan yang menghantui kita: “…bagaimana jika… ya apa kalau.. terus kalau begini.. begitu..” dan masih banyak pertanyaan yang bisa disebutkan dalam tulisan ini.

Lucunya adalah, pertanyaan-pertanyaan dan dugaan atau pikiran kita yang belum tentu menjadi nyata itu bahkan bisa menghantui dan menggerogoti jam tidur kita. Di titik inilah perlu banget kita belajar untuk menyerahkan segala beban pikiran tersebut kepada tangan Pencipta kita, kawan. Satu-satunya pribadi yang mengetahui setiap detail kehidupan kita dari detik ke detik. Bahkan telah merencanakannya jauh hari ketika membentuk setiap jengkal tubuh ini didalam rahim ibu kita.

Tidak ada hal yang terlalu besar, terlalu dalam, terlalu tinggi, terlalu najis untuk dibawa ke dalam Tuhanmu didalam doa maupun ibadahmu, kawan. Datanglah apa adanya. Datangi Dia dengan penuh kejujuran hatimu. Tidak ada yang perlu disembunyikan, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Ia satu-satunya yang dapat mengubah hidupmu dalam sekejap, yang dapat membuka berbagai pintu secara istimewa dengan tiba-tiba didalam hidupmu.

Justru bagi saya hidup jadi tidak begitu menyenangkan ketika semuanya sudah begitu terprediksi. Manusia tidak akan belajar mempersiapkan diri, memiliki iman dan pengharapan. Bagaimana caranya berjuang, bagaimana caranya bertahan. Malah begitu membosankan karena tidak ada tantangan yang membuat hidup itu layak untuk diperjuangkan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *