Di tengah semua yang serba instan, semua orang ingin berlomba-lomba untuk segera mencapai suatu titik tertentu dalam hidupnya. Sebenarnya tidak ada yang salah dengan hal itu. Hidup dengan target, ambisi, obsesi memberikan bumbu-bumbu penyedap rasa dalam kehidupan manusia itu sendiri agar terus terpacu memberikan yang terbaik. Namun akan menjadi tidak sehat begitu saling membandingkan dan menjadikannya sebagai standar untuk menunjukkan mana yang lebih baik dari yang lain lah yang akan menjadi masalah sebenarnya.

Sebenarnya semua yang baik, dalam hidup ini, adalah hal yang diidam-idamkan oleh banyak orang. Hanya saja tidak semuanya berjalan seirama. Ada yang harus berputar sebelum tiba di titik hidup tertentu. Ada yang harus merasakan lelah, bangkrut sebelum menjadi pengusaha besar. Ada yang harus belajar memahami rumus beberapa saat sebelum akhirnya bisa mandiri memecahkan masalah dan seterusnya. Bahkan, waktu meninggalnya tiap-tiap orang berbeda. Beda tanggal, tahun, bulan bahkan jam. Apalagi sebab musababnya. Bukankah tidak ada orang yang berlomba-lomba untuk segera masuk kubur?

Yang lebih parahnya, berusaha menggunakan berbagai macam cara agar terlihat “unggul” bahkan bila perlu dengan merendahkan orang lain. Ayolah teman, hidup tidak seburuk itu dengan menggunakan cara-cara yang di kemudia hari dapat mencoreng wajahmu.

Semua orang sedang berproses saat ini. Dirimu yang sedang membaca tulisan ini dan aku yang menuliskannya untukmu. Proses masing-masing kita juga pasti sedang berbeda. Bila aku seorang pelajar strata dua, dirimu adalah seorang profesional muda semua kita memiliki kisah hidup dan pergumulan hidup yang unik dan berbeda satu dengan yang lain.

Namun percayalah kawan, semumet apapun proses yang sedang kau hadapi, hasil akhirnya tidak akan mengecewakan ketika kau mau mengijinkan proses hidup itu membentukmu menjadi pribadi dengan kapasitas yang lebih besar, yang dapat dengan tangguh berdiri ketika kau harus berdiri untuk orang-orang terkasih di sekelilingmu. So, ketika dunia semakin instan dan kau sedang membandingkan dirimu dengan keberhasilan orang lain… jangan berkecil hati. Percayalah kepada prosesmu. Apa yang ditakdirkan untukmu, apapun itu, takkan kemana-mana.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *