Pagi hari tidak pernah absen untuk menghiasi bumi. Mau malam sebelumnya dipenuhi badai, gelap gulita, mau krisis atau perang dunia apapun, ia tidak pernah telat datang menghampiri bumi. Pagi mengajarkan saya satu hal sederhana: Bahwa sekelam apapun malam-malammu dalam kehidupan (tentunya ini kiasan, merepresentasikan titik-titik terendah dalam hidupmu), akan selalu ada babak baru di kemudian hari. Hanya tinggal manusianya saja. Mau meletakkan fokusnya kepada apa: malam yang telah berlalu atau pagi cerah yang telah bercahaya.

Selalu ada harapan. Untukmu yang memulai babak baru, gugup akan ketidaktahuan akan hari depan, sedang mengejar kehidupan yang diimpikan maupun sedang merajut cinta yang baru saja dimulai. Selalu ada harapan. Untuk semua yang kau impikan selama fokusmu bukan kepada kesusahannya namun kenikmatan ketika pada akhirnya kau meraih apa yang kau impikan.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *