Menjadi dewasa itu pilihan. Saya setuju banget dengan statement tersebut. Sama seperti pilihan hidup yang kita ambil setiap hari. Mau bangun jam berapa, tidur jam berapa, makan apa hari ini, sampai dengan pakaian apa yang ingin kita gunakan hari ini. Dewasa menjadi pilihan karena tiap saat kita bisa saja seenaknya memilih apa yang baik untuk diri kita sendiri.

Jalan menjadi dewasa tidak mudah. Saya secara pribadi juga masih belajar banyak tentang dunia yang disebut dewasa ini. Setidaknya bila dibandingkan dulu pribadi saya yang meledak-ledak (bukan petasan kok), sekarang bisa lebih tenang dan kalem menghadapi kekecewaan maupun amarah.

Menjadi dewasa kadang menuntut kita belajar untuk mengalah.

Jeni Karay

Menjadi dewasa kadang menuntut kita belajar untuk mengalah. Percayalah. Tidak ada yang seru dari kata “mengalah” apalagi kalau kamu adalah anak bungsu di keluargamu.

Ketika kesalahan itu dilakukan, respon pertama yang umum alias general akan lebih gampang dilakukan adalah mencari siapa sebenarnya yang bisa disalahkan. Kalau tidak dapat mana yang bisa disalahkan, dikambing hitamkan atau dijadikan tersangka. Dalam kasus kriminal besar sih cara ini baik-baik saja karna memang ada kebenaran yang harus dituntaskan. Tapi bila menyangkut relasi atau kehidupan sehari-hari ketika bersosialisasi dalam lingkungan pergaulan, hal ini tidak akan pernah bisa mencapai solusi terbaik. Bisa jadi semakin runyam. Tapi dengan mengalah kamu paham bahwa dirimu ternyata bisa melewati ambang batas kemampuanmu untuk mengerti mereka yang ternyata belum sedewasa dirimu. Disitulah letak kenikmatannya. Bahwa caramu memandang suatu masalah, caramu merespon masalah dan menenangkan emosimu menjadi lebih berbede dan kamu bisa mengelola sendiri bagaimana kamu melihat, merasakan dan bertindak. Jalan menuju dewasa memang tidak begitu nyaman.


Tapi jalan yang tidak nyaman itu akan membawa dirimu kepada kapasitasi diri yang lebih tinggi melihat sebuah permasalahan.

Jeni Karay

Tapi jalan yang tidak nyaman itu akan membawa dirimu kepada kapasitasi diri yang lebih tinggi melihat sebuah permasalahan. Percayalah, mereka yang tidak memilih menjadi dewasa, tidak dapat memiliki kapasitas yang lebih ketika musimnya kehidupan memberikan mereka tanggung jawab yang lebih besar.

selamat berproses menjadi dewasa
Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *