Potensi dirimu tidak serta merta langsung menjadi sangat besar hingga mendapatkan pijaran lampu panggung dunia. Belum. Masih perlu diasah, perlu dilatih, perlu menginvestasikan berbagai hal untuk menunjang potensi dirimu.

 

Masing-masing kita terlahir ke bumi dengan hal-hal unik yang mengikutinya. Entah itu kreativitas, kemampuan melingat angle foto melebihi orang pada umumnya, daya kreasi masakan yang dengan gampang dapat kita sajikan, kemampuan memimpin yang penuh kharisma ataupun kemampuan berbicara dan dipercayai oleh orang banyak, dan masih banyak lagi contoh yang bisa saja saya berikan dalam tulisan ini. Setiap benih-benih ini saya sebut sebagai potensi diri. Memang benar banget kalau sudah banyak buku pengembangan diri yang mengulas berbagai macam teknik dan pendekatan tentang bagaimana sih caranya mengembangkan potensi-potensi ini.

Potensi dirimu tidak serta merta langsung menjadi sangat besar hingga mendapatkan pijaran lampu panggung dunia. Belum. Masih perlu diasah, perlu dilatih, perlu menginvestasikan berbagai hal untuk menunjang potensi dirimu.

Satu hal yang pasti tentang potensi dirimu: Kamu tidak akan pernah bisa mengharapkan orang lain untuk mengembangkannya. Nope, it’s only you, yap, one and only, you, your self  yang bisa mengembangkan potensimu ataupun membunuhnya secara perlahan-lahan. Dan percayalah. Tidak ada orang lain yang mau melakukannya untukmu. So, mau tidak mau dirimu lah yang harus memutuskan (bukan hanya memutuskan tapi juga bertindak) mengembangkannya.

Sederhana. Bila kamu suka menulis seperti saya maka mulai luangkanlah waktu untuk setidaknya menulis sehari sekali untuk mengembangkan buah pemikiranmu. Bila kamu suka menciptakan lagu, mulailah meluangkan waktu dalam satu harimu untuk dapat duduk tenang memainkan nada dan mendapatkan inspirasi. Bila kamu ingin jadi worship leader, mulailah belajar mendengar dan menikmati lagu. Mulailah memimpin pujian dengan orang ataupun hewan peliharaanmu. Alasan hanya ditemukan ketika kita tidak memprioritaskan sesuatu. Saya pun masih belajar untuk memiliki waktu yang konsisten di tengah-tengah segala kesibukan yang ada. Bila saya bisa melakukannya, saya memiliki keyakinan bahwa kamu, yang membaca tulisan ini jauh dapat melakukannya lebih baik dari diri saya sendiri.

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *