Berapa banyak kita sering mengentengkan sesuatu? Kelihatannya gampang. Bisa lah dilakukan sama diri sendiri, gampang lah kalau kita yang buat. Percayalah. Apa yang terlihat begitu mudah, kadang malah membutuhkan konsistensi dan ketelatenan lebih untuk menyelesaikannya.

Genap sepekan mama dan papa pergi berobat ke kota jogjakarta. Singkat cerita mama harus dirujuk karna ada benjolan di kaki kanan beliau. Benjolan itu dengan berjalannya hari membuat mobilitas mama jadi terbatas. Itulah mengapa mama harus segera pergi dan papa ikut menemani.

Waktu ada mama dan papa, saya bisa bangun telat kapan saja. Mereka paham bagaimana pekerjaan dan mobilitas anaknya. Mreka tidak pernah bersungut-sungut dan selalu membantu berbagai hal di rumah. Acapkali saya bangun, makanan sudah tersedia di atas meja makan. Saya tidak pernah harus pusing memikirkan hari ini harus masak apa, atau bagaimana dengan binatang piaraan (ayam dan anjing).

Kini, genap sepekan rumah jadi tanggung jawab penuhku. Dari teras depan sampai belakang. Dari urusan perut sampai urusan binatang piaraan. Ternyata tidak mudah. Bangun lebih pagi dan setelah devo (saat teduh atau doa pagi) yang saya pikirkan adalah memberi makan piaraan. Tidak mudah memberi makan ayam ternyata. Ada makanan ternaknya yang harus dicampur dengan nasi (nasinya sudah dari malam dimasak agar tidak keteteran di pagi hari). Belum lagi kalau ayam-ayam dewasa, mereka hobi banget patok mematok tanganku. Benar-benar tantangan ternyata.

Untuk anjing. Setelah ayam sudah diberi makan dan minum, anjing juga harus diberi makan. Salah satu anjing piaraanku kadang suka ngambek dan milih makanan. Jadinya aku yang harus pinter-pinter milih menu buat dia.

Itu baru tentang urusan belakang rumah. Belum lagi tentang piring kotor, pakaian kotor, bersih-bersih rumah dan lain sebagainya. Bayar ini itu, merhatiin bensin mobil, dan juga melihat pasokan makanan yang sudah saatnya dibeli ulang.

Belum lagi tentang kerjaan dan sosial media. Semua ini berjalan pada waktu yang sama. Bisa dibayangkan gimana hidup saya dalam sehari. Itu semua diluar misalnya ada undangan jadi pembicara atau ada tamu dari luar kota yang harus saya temui.

DI saat mengerjakan semua itu akhirnya saya sadar bahwa banyak hal yang kadang terlihat gampang, ternyata tidak segampang ketika dijalani. Saat ini baru saya benar-benar menghargai bahwa pekerjaan yang tiap hari dilakukan mama dan papa ternyata benar-benar banyak. Dan mereka melakukannya tiap hari tanpa mengeluh. Hari pertama saya sendiri di rumah, saya sudah keteteran. Saya belajar bahwa menjadi seorang ibu, seorang pengajar dan perempuan bukanlah hal yang gampang.

Berapa banyak kita sering mengentengkan sesuatu? Kelihatannya gampang. Bisa lah dilakukan sama diri sendiri, gampang lah kalau kita yang buat. Percayalah. Apa yang terlihat begitu mudah, kadang malah membutuhkan konsistensi dan ketelatenan lebih untuk menyelesaikannya.

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *