Niluh Made, Kembang Bali Ditengah Pasar Kuta
Ibu Made, namanya. Senyuman hangat dan keramahannya selalu menyambut setiap pembeli yang melewati lapaknya. Dihiraukannya gegap gempita kendaraan yang lalu lalang. Walau pagi masih begitu pekat, dia tetap menjajakan dagangannya. Wanita asal Kuta ini telah berjualan selama 10 tahun di Pasar Tradisional Kuta. Wanita 60 tahun ini sehari-harinya berjualan kembang sesajen untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Setiap pagi, dirinya telah hadir berjualan di pasar Kuta sejak pukul 3 pagi.
Berbagai jenis bunya yang dijualnyapun tidak serta merta dia dapatkan di kota. Sehingga setiap harinya Ibu Made harus menempuh jarak 8 Km untuk memetik bunga lalu kemudian dibawa untuk didagangkan di Pasar. Sehari-hari,dirinya hanya mendapatkan untung sekitar 100 ribu rupiah dari penjualan bunga sesajen.
Selama 10 tahun menjadi penjual di Pasar Kuta, Ibu 2 anak ini tidak pernah beranjak dari posisi lapaknya sejak pertama kali ia menjadi pedagang bunga di pasar tersebut. Hubungan kekeluarga yang telah dibangun sesama pedagang disana membuatnya merasa nyaman untuk berjualan di Pasar Kuta, Tuban.








