Orang tua akan semakin bertambah usia. Anak-anak yang dulunya belajar merangkak kini beranjak menjadi remaja. Hubungan cinta yang awalnya terasa indah dapat menjadi sebuah medan peperangan hanya karena kesibukan masing-masing pihak. Semua terjadi begitu cepat.

Hidup dari hari ke hari makin dinamis. Bandingkan saja waktu kamu jaman bocah dan jaman now. Komunikasi menjadi semudah memencet tomboh di tangan kita. Informasi juga jadi tidak terbendung. Tinggal jalan-jalan ke Google, dan kamu bisa dapatkan segala hal dengan hanya memasukkan beberapa kata.

Bila pekerjaanmu menuntut mobilisasi yang tinggi dan penggunaan internet 24 jam, yakin deh. Kamu bakal merasa bahwa 24 jam sehari menjadi begitu kurang untuk mengerjakan berbagai hal agar dapat terselesaikan dalam sehari.

Dalam dunia profesional apalagi, tekanan pekerjaan juga semakin tinggi. Bila pekerjaanmu menuntut mobilisasi yang tinggi dan penggunaan internet 24 jam, yakin deh. Kamu bakal merasa bahwa 24 jam sehari menjadi begitu kurang untuk mengerjakan berbagai hal agar dapat terselesaikan dalam sehari.

Semua bergerak begitu cepat. Begitu juga dengan hubungan relasi dengan orang-orang di sekeliling kita. Orang tua akan semakin bertambah usia. Anak-anak yang dulunya belajar merangkak kini beranjak menjadi remaja. Hubungan cinta yang awalnya terasa indah dapat menjadi sebuah medan peperangan hanya karena kesibukan masing-masing pihak. Semua terjadi begitu cepat.

Ditengah semua yang serba cepat, tanggung jawab pun akan mengikat diri kita untuk tidak hidup untuk diri kita sendiri. Ada tanggung jawab untuk melihat orang-orang terkasih di sekeliling kita.

Ditengah semua yang serba cepat, tanggung jawab pun akan mengikat diri kita untuk tidak hidup untuk diri kita sendiri. Ada tanggung jawab untuk melihat orang-orang terkasih di sekeliling kita. Contohnya orang tua, saudara kandung ataupun mungkin suami serta anak-anak bagi mereka yang telah berkeluarga.

Acap kali, karna terlalu sering begitu mempedulikan orang lain, kita jadi lupa dengan diri kita sendiri. Saking sibuk dan intensitas kegiatan yang dilakukan, kita jadi lupa apa yang dibutuhkan untuk diri kita sendiri. Entah itu hal-hal sederhana seperti mengurus diri, makan ataupun beristirahat.

Menurut saya, justru kita sedang tidak menyayangi diri kita ketika kita peduli dengan orang lain tapi tidak dengan diri sendiri. Karna orang-orang terkasih disekeliling kita membutuhkan diri kita dalam kondisi prima dan sehat. So, kalau kamu sakit atau lemah, siapa lagi yang bisa mereka andalkan?

Kamu akan menemukan alasan terus menerus ketika waktu untuk diri tidak menjadi prioritasmu.

Mau tidak mau, waktu untuk diri sendiri harus dibuat. Kamu akan menemukan alasan terus menerus ketika waktu untuk diri tidak menjadi prioritasmu. Karna itu memang harus “dipaksakan”. Bisa dalam bentuk bangun pagi lebih awal untuk berolah raga, atau mengurangi waktu bermain diluar rumah agar kamu punya banyak waktu untuk mengerjakan pekerjaan rumah atau melakukan ritual perawatan muka yang sederhana.

Bila kamu sehat dan prima, kamu bisa merawat dan menyayangi orang-orang terkasih yang ada di sekelilingmu dengan maksimal. Namun bila kamu melupakan dirimu sendiri, bagaimana bisa kamu merawat atau menyayangi orang-orang terkasih yang ada di sekelilingmu?

Ingat. Bila kamu sehat dan prima, kamu bisa merawat dan menyayangi orang-orang terkasih yang ada di sekelilingmu dengan maksimal. Namun bila kamu melupakan dirimu sendiri, bagaimana bisa kamu merawat atau menyayangi orang-orang terkasih yang ada di sekelilingmu?

 

 

Facebook Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *