Tentang Penyesalan
Di tahun 2013 saya berpacaran dengan seorang pria yang bagi saya, saat itu, dia pria yang baik dan masuk dalam kategori pria idaman saya. Hubungan kami saat itu cukup serius. Dia sudah saya kenalkan kepada keluarga inti dan ikut dalam liburan keluarga. Kelihatannya semua begitu sempurna dan tidak ada masalah yang muncul. Namun dengan berjalannya waktu akhirnya ketahuan kalau pria yang saya pacari ini memiliki hubungan romansa dengan perempuan lain yang belum dibereskannnya saat dia menjalin hubungan dengan saya. Walau terasa berat, akhirnya saya putuskan untuk tidak melanjutkan hubungan kami berdua alias putus.
Ketika waktu terus berjalan, ternyata ada penyesalan dalam benaknya. Berbagai cara pernah dia lakukan, bahkan dia mencoba untuk datang ke kota studi saya di pulau Jawa untuk bertanya apakah ada kemungkinan kami berdua dapat mengulang semua yang pernah kami lewati dari awal kembali. Keputusan saya tetap sama bahwa kami tidak bisa kembali bersama. Cukup berteman, tidak lebih dari itu karena ada berbagai pertimbangan yang tidak bisa saya tolerankan kepadanya. Hingga saat ini beberapa keluarganya mencoba mencari tahu tentang saya, status relasi, kehidupan dan lain sebagainya. Tapi bagi saya skarang itu tidak ada gunanya. Syukur bahwa saya sudah membereskan kesedihan, kepahitan dan kemarahan saya tentang kejadian ini. Sehingga skarang sudah tidak ada dendam dalam hati saya.
Saya merenungkan kembali. Mengapa saat itu dia tidak berpikir secara bijak konsekuensi apa saja yang akan terjadi bila dia mencoba membangun hubungan di atas hubungan yang belum dibereskan sebelumnya. Ada banyak kata “seandainya” bila saat itu dia mengambil jalan yang berbeda. Banyak sekali pertanyaan “mengapa” yang muncul di benak saya ketika mengingat kejadian ini. Saya menyimpulkan bahwa penyesalan itu selalu datangnya dari belakang. Kalau dari depan ya namanya bukan penyesalan. Karna itu sudah seyogyanya keputusan yang akan kita ambil harus ditimbang secara bijak. Pikirkan apa saja dampaknya untuk dirimu dan orang-orang disekelilingmu. Bila perktimbangan itu berhubungan dengan hidupmu dan orang lain, lebih baik dipikirkan matang-matang sebelum bertindak. Tidak seru kan kalau kita hidup dalam penyesalan hanya karna kesalahan yang pernah dilakukan di masa yang lampau? So, hiduplah dengan bijaksana.


